Wednesday, 10 July 2013
Youth in Islam: Ashabul Kahfi
لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُl
"Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk. "( Q.S.Al Kahfi :13)
Seorang pemuda islam adalah sosok yang dapat menjadi pelopor pembawa perubahan dan senantiasa memegang teguh keimanan dan keyakinannya terhadap Allah SWT. Salah satu pemuda yang dapat kita teladani adalah Ashabul Kahfi. Yuk simak ceritanya, semoga kita dapat mengambil hikmah dibalik perjuangan mereka.
Ashabul Kahfi adalah kisah 7(?) pemuda yang tertidur selama 309 tahun di dalam sebuah gua bersama seekor anjing. Mereka adalah para pemuda yang memegang teguh imannya hingga harus melarikan diri dari kejaran penguasa yang zalim.
Di suatu wilayah jajahan Romawi yang bernama Syam, hiduplah seorang gubernur yang sangat amat fanatik terhadap pemujaan berhala. Apabila dalam wilayahnya itu ada orang yang tidak menyembah berhala, maka dia akan memerintahkan pasukannya untuk menyeret orang tersebut ke hadapannya dan lalu kemudian memenggalnya di alun-alun. Gubernur itu bernama Daqianus (Decius).
Suatu hari Daqianus mengadakan pesta besar dan seluruh rakyat di undang untuk menghadiri pestanya tersebut. Tidak ada seorangpun yang boleh melakukan aktivitas lain selain menhadiri pesta Daqianus. Namun 2 orang anak menteri kepercayaannya, Martius dan Nairawis, telat menghadiri pesta besar tersebut. Mereka itulah 2 dari 7 pemuda Ashabul Kahfi. Kemudian mereka disuruh memberikan sesembahan bagi patung yang terbuat dari emas oleh Daqianus.
Suatu hari, Kaludius, menteri kepercayaan Daqianus sekaligus ayah dari Nairawis, dipecat karena dicurigai menyelewengkan upeti para pedagang syam. Kemudian Kaludius memberontak terhadap Daqianus, dan Daqianus pun mengutus NaSthas, ayah dari Martius untuk menghadapi pemberontakan Kaludius. Nasthas terbunuh dalam peperangan itu, tetapi kemenangan tetap menjadi milik Daqianus. Kemudian ia pun memenggal Kaludius.
Di sebuah rumah seorang pengikut Nabi Isa a.s, Maksalmina, terdapat Nairawis dan Dainamus (seorang pedagang yang tertindas), mereka sedang memutuskan untuk lari dari kota yang dipimpin oleh Daqianus.
Kemudian, terdengar kabar bahwa anak dari Daqianus terbunuh oleh seorang pengikut nabi Isa a.s, Hawawi Narthusia yang memberikan kitab injil kepada Maksalmina. Daqianus menjadi marah, kemudian dia menyuruh pasukannya untuk menangkap Narthusia. Selain itu, mata-mata Daqianus mengatakan bahwa dia sempat melihat Narthusia bersama dengan Martius dan beberapa pemuda lain. Daqianus semakin marah dan menyuruh untuk menangkap mereka semua.
Namun Martius mendapatkan pertolongan Allah, dia diberitahu seseorang bahwa Daqianus ingin menangkapnya dan beberapa pemuda lainnya. Kemudian Martius dan para pemuda lainnya memutuskan untuk lari ke suatu negeri yang disebut ar-Raqim. Di perjalanan mereka bertemu dengan Thamlika dan anjingnya Khitmir yang juga enggan menyembah berhala seperti yang diperintahkan Daqianus.
Kemudian mereka beristirahat di sebuah gua. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang berbunyi:
إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةًۭ وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًۭا(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo`a: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”( Al-Kahfi:10)
Mereka selalu berdoa kepada Allah mengharapkan perlindungannya. Dan Allah pun membuat gua tersebut nampak meyeramkan bagi siapapun yang mendekatinya. Dan akhirnya para pemuda pun beristirahat di dalam gua tersebut dan tertidur selama 309 tahun.
Singkat cerita, setelah 309 tahun lamanya mereka tertidur, zaman sudah silih berganti. Dan pada zaman itu, penguasa tidak lagi menyembah berhala, melainkan sudah mengikuti ajaran Nabi Isa a.s. Dan mereka pun terbangun, kemudian mendapati perutnya yang lapar. Salah seorang dari mereka membelikan makanan ke pasar dengan membawa uang pada zaman Daqianus. Sontak saja orang-orang disana terkaget-kaget. Kemudian dia dibawa kehadapan gubernur.
Kemudian gubernur itu bertanya: "apakah kamu salah satu dari pemuda yang melarikan diri dari Daqianus?" kemudian pemudia itu menjawab: "Ia Tuan, apakah tuan berada pada waktu itu?" "Tidak, itu sudah 300 tahun yang lalu, kisah tentangmu telah banyak diceritakan orang-orang secara turun-temurun".
Pemuda itu pun membawa Gubernur untuk bertemu dengan ke enam pemuda yang lainnya. Namun tiba di depan gua, pemuda itu berbicara kepada gubernur agar biar dia yang terlebih dahulu masuk ke dalam gua. Pemuda itu menjelaskan kepada teman-temannya dan akhirnya salah satu dari mereka berdoa kepada Allah agar dicabut dinyawanya. Gubernur yang telah lama menunggu di luar pun masuk ke dalam gua. Mereka yang masuk pun langsung berlinang air mata dan bersujud menyadari kebesaran Allah SWT.
Itu dia kisah singkat dari Ashabul Kahfi, kisah orang yang memegang teguh keimanannya yang dapat kita teladani sebagai seorang pemuda islam. Walaupun para pemuda itu hidup jauh sebelum kedatangan Nabi Muhammad SAW, namun mereka juga percaya kepada Allah yang satu, yang tiada duanya.
Mungkin dalam kisah di atas terdapat kesalahan nama atau jumlah pemuda-pemuda yang berjuang mempertahankan keimanannya, namun hal tersebut bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan. Yang terpenting adalah bagaimana kita dapat mengambil sisi positif dari kisah tersebut.
Referensi:
http://www.islamnyamuslim.com/2013/03/kisah-ashabul-kahfi.html
http://mizanuladyan.wordpress.com/2012/10/17/kronologis-cerita-ashabul-kahfi-menurut-al-quran/
http://ms.wikipedia.org/wiki/Ashabul_Kahfi
Subscribe to:
Post Comments
(Atom)




0 comments:
Post a Comment